Laman

Kamis, 17 Juni 2010

PERJUANGAN ANAK SAMBUNG


Di desa Sambung lahirlah seorang bayi kecil mungil dengan jenis kelamin laki-laki berperawakan imut dan menyenangkan. Lahir dikala senja pada hari jum'at pon pada tanggal 13 Pebruari 1976. Dia bernama Adib Mukhtar, dia anak pertama dari pasangan suami isteri yang romantis yang bernama Noor Salim dan Siti Rofi'ah. Noor salim yang bernama asli Sukirman adalah seorang guru Madrasah Ibtidaiyah MAZRO'ATUL ULUM di desa Sambung. sejak mempunyai anak dua, sakitnya semakin parah. sakit yang diderita adalah paru - paru, ketika anak kedua berusia kurang lebih satu tahun. Ayah dari dua anak ini telah dipanggil yang Maha Kuasa.
Adib mempunyai adik perempuan yang saat berusia kurang lebih 1 tahun telah ditinggal oleh bapaknya, ia adalah Nurul Qomariyah yang saat ini telah berkeluarga tinggal di Tangerang dan sudah mempunyai 3 anak (2 perempuan dan satu laki - laki).
Adib ketika belum sekolah TK sudah mempunyai teman akrab yaitu Sunandar, Rosidi, Sugiyono dan lain - lain.
Pada saat masih TK, ibunya menikah lagi dengan duda yang belum punya anak bernama Slamet (saat masih kecil dipanggil sanusi) tetangga RT atau kampung. kemudian punya anak satu yang bernama Khoirul Anam.
Masa kecil adib digunakan untuk belajar dan mengaji, sejak berusia 5 tahun belajar di TK. Kusuma Pertiwi Desa Sambung. Guru yang mengajar adalah bu Masithah (pernah menjadi bu Lurah Desa Sambung) dan Bu Mursiati (saat ini sebagai Kepala TK. Kusuma Pertiwi). Teman adib dimasa TK adalah Sumali, mulyati dan lainnya. Untuk kegiatan mengaji dilakukan di Musholla Roudlotut Tholibin Desa Sambung yang diasuh oleh pakdenya sendiri bernama K. Sutriman Muhtarom. ilmu yang dipalajari tentang cara membaca kitab suci Al Qur'an, ilmu tentang sholat, kitab-kitab salaf dan berlatih membaca serta melantunkan sholawat melalui kitab Al Barzanji.
setelah lulus TK, adib melanjutkan ke SD Negeri Sambung 2 pada saat kelas 1 dan 2 diajar oleh Ibu Ngatini, kelas 3 Ibu Sumarni, kelas 4 Bapak Mashar, kelas 5 Bapak Supodo kemudian Bapak Daryanto, kelas 6 Bapak Suprapto. Setelah dari SD adib melanjutkan ke MTs. Nurul Huda. Sejak belajar di MTs Nurul Huda sosok seorang Adib ini baru bisa memahami apa sebenarnya belajar, pada saat melihat rankingnya 20 di kelas 1 semester Gasal, kemudian pada semester genap terjadi perubahan drastis bisa mencapai ranking 6.

1 komentar:

  1. artikelnya bagus, lebih dikembangkan lagi ya ... agar kelihatan sempurna

    BalasHapus